20 June 2009
18 June 2009
antara perbualan chatters2 channel kampung
<+Tiramit-Tsu[Dc]> hehe
<+Tiramit-Tsu[Dc]> ok
wei
<+Tiramit-Tsu[Dc]> apo?
* Demons|Rage slaps hana around a bit with a large trout
* kiLaT has joined #kampung
* Dania_22 Demon ader hati la tu dgn hana!!!
assalamualaikum...
<^kakashi_sensei^> WaLaikumSalamWarahMatulLahHiwaBarakaTuH..~ kiLaT
* leeny has quit IRC (Quit)
* ninjaturtles has joined #kampung
* ipah has quit IRC (Quit)
dh lunch sume???
<+cik_ciku> wsalam
ape kbr??
<+cik_ciku> baik2
<+Tiramit-Tsu[Dc]> kilat!!!!!!!!!!!!!
baik kilat
<+Tiramit-Tsu[Dc]> petir!!!!!!!!!!!
kilat sihat
yeeeeeeeeeeeeeee
wa'salam kilat
<+jiayou> hi kilat
* +cik_ciku @@
hehehe aku saje je letak posting nih..happy tengok dorang sembang ramai2 mcm nih kan..kalau korang boring2 meh ler join sekaki ok x ;)
<+Tiramit-Tsu[Dc]> ok
<+Tiramit-Tsu[Dc]> apo?
* Demons|Rage slaps hana around a bit with a large trout
* kiLaT has joined #kampung
* Dania_22 Demon ader hati la tu dgn hana!!!
<^kakashi_sensei^> WaLaikumSalamWarahMatulLahHiwaBarakaTuH..~ kiLaT
* leeny has quit IRC (Quit)
* ninjaturtles has joined #kampung
* ipah has quit IRC (Quit)
<+cik_ciku> wsalam
<+cik_ciku> baik2
<+Tiramit-Tsu[Dc]> kilat!!!!!!!!!!!!!
<+Tiramit-Tsu[Dc]> petir!!!!!!!!!!!
<+jiayou> hi kilat
* +cik_ciku @@
hehehe aku saje je letak posting nih..happy tengok dorang sembang ramai2 mcm nih kan..kalau korang boring2 meh ler join sekaki ok x ;)
Labels:
cerita kampung
Cikgu
Murid : Selamat pagi, cikgu.
Cikgu : (Menengking) Mengapa selamat pagi sahaja? Petang dan malam awak doakan saya tak selamat?
Murid : Selamat pagi, petang dan malam cikgu!
Cikgu : Panjang sangat! Tak pernah dibuat oleh orang! Kata selamat sejahtera! Senang dan penuh bermakna. Lagipun ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.
Murid : Selamat sejahtera cikgu!
Cikgu : Sama-sama, duduk! Dengar sini baik-baik. Hari ini cikgu nak uji kamu semua tentang perkataan berlawan. Bila cikgu sebutkan perkataannya, kamu semua mesti menjawab dengan cepat, lawan bagi perkataan-perkataan itu, faham?
Murid : Faham, cikgu!
Cikgu : Saya tak mahu ada apa-apa gangguan.
Murid : (senyap)
Cikgu : Pandai!
Murid : Bodoh!
Cikgu : Tinggi!
Murid : Rendah!
Cikgu : Jauh!
Murid : Dekat!
Cikgu : Keadilan!
Murid : UMNO!
Cikgu : Salah!
Murid : Betul!
Cikgu : Bodoh!
Murid : Pandai!
Cikgu : Bukan!
Murid : Ya!
Cikgu : Oh Tuhan!
Murid : Oh Hamba!
Cikgu : Dengar ini!
Murid : Dengar itu!
Cikgu : Diam!
Murid : Bising!
Cikgu : Itu bukan pertanyaan, bodoh!
Murid : Ini ialah jawapan, pandai!
Cikgu : Mati aku!
Murid : Hidup kami!
Cikgu : Rotan baru tau!
Murid : Akar lama tak tau!
Cikgu : Malas aku ajar kamu!
Murid : Rajin kami belajar cikgu!
Cikgu : Kamu gila!
Murid : Kami siuman!
Cikgu : Cukup! Cukup!
Murid : Kurang! Kurang!
Cikgu : Sudah! Sudah!
Murid : Belum! Belum!
Cikgu : Mengapa kamu semua bodoh sangat?
Murid : Sebab saya seorang pandai!
Cikgu : Oh! Melawan!
Murid : Oh! Mengalah!
Cikgu : Kurang ajar!
Murid : Cukup ajar!
Cikgu : Habis aku!
Murid : Kekal kami!
Cikgu : O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid : K.O. Pelajaran belum bermula!
Cikgu : Sudah, bodoh!
Murid : Belum, pandai!
Cikgu : Berdiri!
Murid : Duduk!
Cikgu : Saya kata UMNO salah!
Murid : Kami dengar KeADILan betul!
Cikgu : Bangang kamu ni!
Murid : Cerdik kami tu!
Cikgu : Rosak!
Murid : Baik!
Cikgu : Kamu semua ditahan tengah hari ini!
Murid : Dilepaskan tengah malam itu!
Cikgu : (Senyap dan mengambil buku-bukunya keluar.)
Cikgu : (Menengking) Mengapa selamat pagi sahaja? Petang dan malam awak doakan saya tak selamat?
Murid : Selamat pagi, petang dan malam cikgu!
Cikgu : Panjang sangat! Tak pernah dibuat oleh orang! Kata selamat sejahtera! Senang dan penuh bermakna. Lagipun ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.
Murid : Selamat sejahtera cikgu!
Cikgu : Sama-sama, duduk! Dengar sini baik-baik. Hari ini cikgu nak uji kamu semua tentang perkataan berlawan. Bila cikgu sebutkan perkataannya, kamu semua mesti menjawab dengan cepat, lawan bagi perkataan-perkataan itu, faham?
Murid : Faham, cikgu!
Cikgu : Saya tak mahu ada apa-apa gangguan.
Murid : (senyap)
Cikgu : Pandai!
Murid : Bodoh!
Cikgu : Tinggi!
Murid : Rendah!
Cikgu : Jauh!
Murid : Dekat!
Cikgu : Keadilan!
Murid : UMNO!
Cikgu : Salah!
Murid : Betul!
Cikgu : Bodoh!
Murid : Pandai!
Cikgu : Bukan!
Murid : Ya!
Cikgu : Oh Tuhan!
Murid : Oh Hamba!
Cikgu : Dengar ini!
Murid : Dengar itu!
Cikgu : Diam!
Murid : Bising!
Cikgu : Itu bukan pertanyaan, bodoh!
Murid : Ini ialah jawapan, pandai!
Cikgu : Mati aku!
Murid : Hidup kami!
Cikgu : Rotan baru tau!
Murid : Akar lama tak tau!
Cikgu : Malas aku ajar kamu!
Murid : Rajin kami belajar cikgu!
Cikgu : Kamu gila!
Murid : Kami siuman!
Cikgu : Cukup! Cukup!
Murid : Kurang! Kurang!
Cikgu : Sudah! Sudah!
Murid : Belum! Belum!
Cikgu : Mengapa kamu semua bodoh sangat?
Murid : Sebab saya seorang pandai!
Cikgu : Oh! Melawan!
Murid : Oh! Mengalah!
Cikgu : Kurang ajar!
Murid : Cukup ajar!
Cikgu : Habis aku!
Murid : Kekal kami!
Cikgu : O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid : K.O. Pelajaran belum bermula!
Cikgu : Sudah, bodoh!
Murid : Belum, pandai!
Cikgu : Berdiri!
Murid : Duduk!
Cikgu : Saya kata UMNO salah!
Murid : Kami dengar KeADILan betul!
Cikgu : Bangang kamu ni!
Murid : Cerdik kami tu!
Cikgu : Rosak!
Murid : Baik!
Cikgu : Kamu semua ditahan tengah hari ini!
Murid : Dilepaskan tengah malam itu!
Cikgu : (Senyap dan mengambil buku-bukunya keluar.)
Labels:
lawak jenaka
Abdul Qodir Jaelani dan Iblis
Suatu hari Shaikh Abdul Qadir al Jaelani dan beberapa murid-muridnya sedang dalam perjalanan di padang pasir dengan telanjang kaki. Saat itu bulan Ramadhan dan padang pasirnya panas. Beliau mengatakan, 'Aku sangat haus dan luar biasa lelahnya. Murid-muridku berjalan di depanku. Tiba-tiba awan muncul di atas kami, seperti sebuah payung yang melindungi kami dari panasnya matahari. Di depan kami muncul mata air yang memancar dan sebuah pohon kurma yang sarat dengan buah yang masak. Akhirnya datanglah sinar berbentuk bulat, lebih terang dari matahari dan berdiri berlawanan dengan arah matahari. Dia berkata, 'Wahai para murid Abdul Qadir, aku adalah Tuhan kalian. Makan dan minumlah karena telah aku halalkan bagi kalian apa yang aku haramkan bagi orang lain!' Murid-muridku yang berada di depanku berlari ke arah mata air itu untuk meminumnya, dan ke arah pohon kurma untuk dimakannya. Aku berteriak kepada mereka untuk berhenti, dan aku putar kepalaku ke arah suara itu dan berteriak, 'Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk!'
'Awan, sinar, mata air dan pohon kurma semuanya hilang. Iblis berdiri dihadapan kami dalam rupanya yang paling buruk. Dia bertanya, 'Bagaimana kamu tahu bahwa itu aku?' Aku katakan pada Iblis yang terkutuk yang telah dikeluarkan Allah dari rahmatNya bahwa firman Allah bukan dalam bentuk suara yang dapat didengar oleh telinga ataupun datang dari luar. Lebih lagi aku tahu bahwa hukum Allah tetap dan ditujukan kepada semua. Allah tidak akan mengubahnya ataupun membuat yang haram menjadi halal bagi siapa yang dikasihiNya.
Mendengar ini, Iblis berusaha menggodanya lagi dengan memujinya, 'Wahai Abdul Qadir,' katanya, 'Aku telah membodohi tujuh puluh nabi dengan tipuan ini. Pengetahuanmu begitu luar dan kebijakanmu lebih besar daripada nabi-nabi itu!' Kemudian menunjuk kepada murid-muridku dia melanjutkan, 'Hanya sekian banyak orang-orang bodoh saja yang menjadi pengikutmu? Seluruh dunia harusnya mengikutimu, karena kamu sebaik seorang nabi.'
Aku mengatakan, 'Aku berlindung darimu kepada Tuhanku yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Karena bukanlah pengetahuanku ataupun kebijakanku yang menyelematkan aku darimu, tetapi hanya dengan rahmat dari Tuhanku.'
'Awan, sinar, mata air dan pohon kurma semuanya hilang. Iblis berdiri dihadapan kami dalam rupanya yang paling buruk. Dia bertanya, 'Bagaimana kamu tahu bahwa itu aku?' Aku katakan pada Iblis yang terkutuk yang telah dikeluarkan Allah dari rahmatNya bahwa firman Allah bukan dalam bentuk suara yang dapat didengar oleh telinga ataupun datang dari luar. Lebih lagi aku tahu bahwa hukum Allah tetap dan ditujukan kepada semua. Allah tidak akan mengubahnya ataupun membuat yang haram menjadi halal bagi siapa yang dikasihiNya.
Mendengar ini, Iblis berusaha menggodanya lagi dengan memujinya, 'Wahai Abdul Qadir,' katanya, 'Aku telah membodohi tujuh puluh nabi dengan tipuan ini. Pengetahuanmu begitu luar dan kebijakanmu lebih besar daripada nabi-nabi itu!' Kemudian menunjuk kepada murid-muridku dia melanjutkan, 'Hanya sekian banyak orang-orang bodoh saja yang menjadi pengikutmu? Seluruh dunia harusnya mengikutimu, karena kamu sebaik seorang nabi.'
Aku mengatakan, 'Aku berlindung darimu kepada Tuhanku yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Karena bukanlah pengetahuanku ataupun kebijakanku yang menyelematkan aku darimu, tetapi hanya dengan rahmat dari Tuhanku.'
Labels:
keagamaan
active chatters
ni nick² chatters yang aku tengok aktif kat channel kampung tuh..
- dani a.k.a zafran
- aku_Lara
- kerek
- Baybee
- cik_lulu
- lieya_brutal
- herbie
- emelza
- myheart
- kILaT
- tsha
- mark_98
- rahsia_pmpn
- misha
- ika_crumlin
- seni a.k.a kakashi_sensei
- fiq13
- yakuza
- serai
- zana_zzz a.k.a cencurut
- paparoji
- artic_monkey
- tiramit-tsu
- Sl1ck
- ZaSh
- hEzRiQ_cEtOnG
- jUeLitA_cEtOnG
- mieza87
Labels:
cerita kampung
orang kuat channel kampung
orang kuat channel kampung
- ce_cute_20 : Owner
- Zeeshan : Owner
- missygrace : Coowner
- Thuglove : Coowner
Labels:
cerita kampung
Subscribe to:
Posts (Atom)